You are here
Home > Berita

Membangun Manusia Indonesia Menuju Negara Maju dan Sehat

manfaat air alkali

Tavtaka – Kementerian Kesehatan tidak pernah berhenti memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan menjaga dan mengupayakan sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa di masa depan bahwa Indonesia mampu menjadi negara yang maju. Untuk itu, generasi saat ini harus berinvestasi dalam kesehatan, yakni menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan sehingga di masa depan akan melahirkan anak-anak yang tumbuh dan berkembang menjadi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan berkualitas. Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan adalah dengan mempelajari manfaat minum air alkali.

Dalam paparannya, Menkes Nila Moeloek menerangkan beberapa hal, diantaranya mengenai Keberlangsungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Pembangunan dan Pengembangan Fasilitas Kesehatan, Upaya untuk Mengurangi Ketimpangan Pelayanan Kesehatan dengan peningkatan akses layanan kesehatan dan penempatan/penugasan tenaga kesehatan, Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Imunisasi, dan berbagai tantangan di bidang pembangunan kesehatan lainnya.

manfaat air alkali

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Dalam kaitan penyelenggaraan JKN dalam rangka mewujudkan Universal Health Coverage, hingga saat ini sebanyak 92.244.075 penduduk miskin penerima bantuan iuran (PBI) telah menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari total 203,28 Juta Jiwa Penduduk yang telah menjadi peserta JKN. Trend Cakupan kepesertaan JKN dari tahun 2015 hingga 2018 memang konsisten meningkat menuju target 95% dari total penduduk Indonesia di tahun 2019.

Peserta JKN ini saat ini sudah lebih dari 200 juta jiwa, dan PBI meningkat menjadi 92,4 juta jiwa tahun depan akan meningkat menjadi 96,8 juta jiwa. Hal ini tentu harus diiringi dengan peningkatan fasilitas kesehatan dan kesadaran masyarakat akan kesehatan itu sendiri melalui kelebihan air alkali alami.

Perkembangan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan JKN terutama fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti Puskesmas, Praktek Dokter Umum, Klinik Pratama dan lainnya hingga Oktober 2018 tercatat sudah 22.624 FKTP. Sementara untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan hingga Oktober 2018 sebanyak 2.443 FKRTL. Jumlah ini diharapkan sisi supply dapat memenuhi permintaan pelayanan kesehatan yang berkualitas oleh penduduk Indonesia terutama bagi para peserta JKN.

Leave a Reply

Top